INVENTARISASI DAN PENGOLAHAN BAHAN SOAL UJI KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA (UKBI)

Jakarta, pada tanggal 14-26 Februari 2018, 4 mahasiswa dan dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta mengikuti kegiatan Inventarisasi dan Pengolahan Bahan Soal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang dilaksanakan di Gedung Pusdiklat Jiwasraya, Jalan Minangkabau Nomor 18, Setiabudi, Manggarai, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung selama 8 hari, selama 1 hari terdapat 25 peserta yang terlah dibagi sesuai tanggal yang ditentukan dan berbagai profesi mulai dari mahasiswa, guru, dosen, penulis, dan editor. Sebelumnya, para peserta mengirimkan minimal satu wacana (teks dialog, monolog, atau bacaan) dalam format word sebanyak 300 kata dengan subtopik yang sudah ditentukan.

Setakat ini, segala upaya untuk lebih memartabatkan bahasa Indonesia terus dilakukan, termasuk dengan menciptakan sebuah sarana pengukur kemahiran berbahasa Indonesia, yaitu Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Sebagai bangsa yang memiliki bahasa modern yang multifungsi dan memiliki jumlah penutur yang besar, bangsa Indonesia memang harus memiliki sarana evaluasi mutu penggunaan bahasa Indonesia. Tanpa menafikan peran wahana lain, UKBI memiliki fungsi yang amat strategis, tak hanya untuk meningkatkan kualitas bahasa Indonesia serta penggunaan dan pengajarannya, tetapi juga untuk memupuk sikap positif dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap bahasanya.

UKBI merupakan tes berbahasa Indonesia yang berstandar nasional dan berpeluang internasional. Walaupun demikian, kebakuannya akan terus ditingkatkan dengan mengikuti perkembangan ilmu pengujian, ilmu bahasa, budaya, dan zaman.

Selamat Memanfaatkan UKBI. Selamat Memartabatkan Bahasa Indonesia.

DOSEN DAN MAHASISWA PBSI IKUT MERAMAIKAN ACARA GELAR WICARA DAN FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU

Rabu 21 Februari 2018, sembilan mahasiswa dan tiga dosen PBSI Universitas Muhammadiyah Jakarta ikut meramaikan acara. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan acara dengan tema “Kebinekaan Bahasa Daerah sebagai Potensi Pemajuan Bangsa. Dalam kegiatan ini ada dua rangkaian dalam acara tersebut, yaitu (1) Gelar Wicara Hari Bahasa Ibu dan (2) Festival Tunas Bahasa Ibu. Acara tersebut dilaksanakan pukul 09.00-17.00 WIB di gedung samudra lantai 2 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Dalam acara gelar wicara membahas tentang bahasa ibu atau bahasa daerah. Bahasa Ibu atau bahasa daerah merupakan bahasa utama bagi kita sewaktu kecil atau bias disebut bahasa yang kita gunakan sewaktu kecil berdasarkan wilayah (daerah) tempat kita tinggal. Bahasa daerah ataupun bahasa Indonesia sering terlupakan karena salah satunya hadirnya bahasa baru (bahasa gaul) atau bahasa luar yang sedang popular. Semua bahasa baik dipelajari tetapi jangan sesekali kita melupakan bahasa daerah (bahasa ibu) dan bahasa Indonesia. Hadirnya bahasa baru (bahasa gaul) dan bahasa asing bukan berarti kita melupakan bahasa ibu dan bahasa Indonesia namun kita mempertahannya sebagai salah satu bentuk kecintaan kita kepada bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang kita miliki ini. Sedangkan dalam acara festival Tunas bahasa ibu menampilkan drama dadakan yang dibuat oleh panitia untuk menunjukan keberagaman bahasa ibu. Dikemas drama dadakan karena anak-anak Tunas bahasa ibu baru berkumpul dan bertemu satu hari sebelum acara.

Melihat keberagaman bahasa ibu mereka, dapat menyadarkan kami begitu kaya keberagaman bahasa di Indonesia. Mari jaga dan rawat bahasa Indonesia dan bahasa ibu sebagai identitas dan ciri khas diri dari mana kita berasal untuk satu kesatuan, persatuan bangsa yang utuh dan cinta dengan bahasanya. Berharap, semoga bahasa daerah tidak punah melainkan bisa lestari dan menjadi jati diri bangsa.

SEMINAR UNJ

Pada tanggal 8 November 2018, sebanyak 50 mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Jakarta berkunjung ke Universitas Negeri Jakarta dalam rangka menghadiri seminar yang bertema “Membangun Jiwa Kewirausahaan Berbasis Etika Bahasa bagi Pendidik pada Era Disrupsi 4.0” bertempat di gedung Muhammad Hatta lantai 2 Pascasarjana UNJ, yang juga di hadiri oleh ibu Dra. Nurhayati Subakat, Apt. Selaku founder and owner of Paragon Group dan ibu Dra. Tika Bisono, MPsiT, Psi. Seorang psikolog sekaligus motivator.

BINCANG LITERASI

Pada tanggal 17 Desember 2018, program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Jakarta mengadakan Bincang Literasi yang bertema “Sastra dan Generasi Milenial” yang diadakan di aula gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta pada pukul 13.00. Bincang Literasi bersama ibu Okky Madasari seorang novelis yang memenangkan tiga kali berturut-turut penghargaan sastra khatulistiwa pada ketiga novel nya. Sebanyak 320 peserta menghadiri Bincang Literasi yang dilaksanakan di gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta. Bapak Dr. Iswan, M. Si. Selaku dekan Fakultas Ilmu Pendidikan membuka acara Bincang Literasi tersebut.